Umat Islam Jangan Terpesona Dalam Perayaan Tahun Baru Masehi

(Sebuah Inspirasi Hasil Karya KH.Badri Mashduqi untuk Umat Islam Berperadaban)

“Umat Islam harus bangga dan merasa puas dengan agamanya yaitu Islam yang sudah cukup lengkap dan sempurna, tidak perlu tambahan-tambahan atau tambalan-tambalan dari isme-isme atau agama lain sepanjang menyangkut soal-soal yang prinsipil”

KH.Badri Mashduqi, Pendiri Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan Probolinggo Jawa Timur

Dawuh KH.Badri Mashduqi tersebut dapat memberikan inspirasi atau juga motivasi buat kita umat Islam dimana pun berada, agar kita tidak perlulah untuk meniru-niru atau menyerupai kaum agama lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW., “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka mereka termasuk golongan mereka.” Sebab, seperti KH.Badri Mashduqi menyatakan bahwa Islam sudah cukup lengkap dan sempurna.

Dari sinilah kita sebagai umat Islam dalam menghadapi awal tahun baru Masehi, sebaiknya tidak perlu sibuk-sibuk memeriahkannya, atau pergi jauh untuk memeriahkan tahun baru Masehi. Dengan demikian, sebaiknya kita umat Islam jangan sampai terpesona dan terpukau oleh milik orang lain. Berikut KH.Badri Mashduqi menyatakan:

“Sudah saatnya kita memasyarakatkan sambutan atau peringatan 1 Muharram sampai ke pelosok-pelosok desa sambil menggugah semua lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi-organisasi Islam, baik Ormas (Organisasi Masyarakat) maupun Orpol (Organisasi Politik), agar berbuat sama sehingga syi’arnya tidak kalah bahkan lebih dari syi’ar tahun baru Masehi. Hal ini penting untuk mencegah umat Islam jangan latah sehingga lupa kepada miliknya sendiri karena terpesona dan terpukau oleh milik orang lain.”

Dengan demikian, alangkah baiknya dalam menghadapi tahun baru Masehi kita sebagai umat Islam mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menghapus kesalahan-kesalahan di masa lampau, tidak perlulah pergi jauh entah kemana, menghibur dengan sesuka hatinya. Dan, sekali lagi, Islam sudah lengkap dan sempurna.

KH.Badri Mashduqi menyatakan bahwa hidup ini sebenarnya banyaklah hal-hal yang mahal. Berikut beliau menyatakan:

“Di dalam kehidupan manusia banyaklah hal-hal atau sesuatu yang mahal, namun lebih mahal dari segala-galanya adalah saat ini. Kalau saat ini diisinya dengan menyesali dan memperbaiki kesalahan yang lampau maka hapuslah segala dosa yang sekarang dan yang sudah-sudah, alangkah bahagianya orang-orang yang demikian, seandainya ajal datang, benar-benar mahallah nilai waktu saat ini. Tapi kalau saat ini tidak terjadi perubahan-perubahan apa-apa, tidak ada penyesalan dan perbaikan bahkan segala kesalahan jalan terus, maka dosa yang lampau akan ditambah dengan dosa yang sekarang dan yang akan datang, tumpang-tindihlah dosanya sehingga sulit untuk bertaubat, sehingga datang ajal kesempatan memperbaiki sudah terlambat. Orang seperti inilah yang kelak akan merintih-rintih, meraung-raung dan melolong-lolong minta kembali lagi ke dunia pada saat tidak mungkin keadaan atret, mundur ke belakang. Hal inilah yang perlu menarik perhatian untuk kita renungkan, camkan dan perhitungkan dengan cermat dan saksama.”

Dengan inspirasi dari pernyataan-pernyataan KH.Badri Mashduqi itulah alangkah baiknya kita umat Islam dalam menghadapi tahun baru Masehi tak perlulah terpesona dan terpukau untuk ikut memetiahkan atau pergi kemana-mana dalam ikut memeriahkan tahun baru Masehi. Karena itu, mari kita kembalilah kepada tahun baru umat Islam sendiri, tahun baru Hijriyah…!

#Referensi: Dokumen dan Kearsipan Syaikh Badri Institute (SBI)

Publisher Abdullah Afyudi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed