KH.Badri Mashduqi: “Jangan Jadi Pegurun Tok-tok!”

Seorang santri KH.Badri Mashduqi cerita kepada saya tentang “Pegurun Tok-tok.” Berikut kisah santri beliau, H.Ma’ruf Hasyim, Rangkang, Kraksaan, Probolinggo:

Saya diberi amalan oleh KH.Badri Mashduqi. Beberapa hari berikutnya beliau ngecek hasilnya. Sebelumnya saya bermimpi, saya ditugasi jadi pegurun oleh Kiai Badri tapi saya menolaknya. “Bunten, Keae, kaule ta’ daddiyye pegurun (Mohon, Kiai, saya tidak berkeinginan untuk jadi pegurun),” jawab saya.

Pesan Kiai Badri kepada saya, “Jadi pegurun itu tidak jadi masalah!,” pesannya. “Kor jhe’ daddi pegurun Tok-tok (Asal jangan jadi pegurun Tok-tok!),” tambah Kiai kepada saya.

Masa dulu memang terkenal adu sapi di daerah Paiton. Jadi kalau hanya jadi pegurun untuk memenangkan aduan sapi, istilah Kiai Badri, itu namanya “Pegurun Tok-tok.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed