Kiai Badri Kraksaan dan Sayyid Al-Maliki Makkah

Sejarah para ulama shalihin menggugah jiwa kita untuk senantiasa mentauladaninya. Di antara ulama yang patut kita teladani adalah KH.Badri Mashduqi, Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, dan as-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, Makkah. Bagaimana mengetahui hubungan keduanya, yakni antara KH.Badri Mashduqi (pendiri Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo) dengan Prof.Dr.Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, imam muhaddits dan tokoh ulama sunni, Makkah? Berikut penulis secara singkat mengulasnya:

Mungkin kalangan belum banyak mengetahui hubungan kedua ulama tersebut. Ternyata hubungan kedua ulama tersebut masih terdapat sanad keilmuan atau hubungan “Guru-Murid,” alias KH.Badri Mashduqi masih terbilang santri atau murid dari Sayyid al-Maliki. Penulis sendiri—seperti di dalam buku biografi KH.Badri Mashduqi yang penulis tulis, Kiai Bahtsul Masail Kiprah dan Keteladanan KH.Badri Mashduqi —belum meliput bahwa Sayyid al-Maliki sebagai gurunya. Terhadap Sayyid al-Maliki, Kiai Badri mengakui sendiri—seperti terdapat di dalam sebuah makalahnya yang dihimpun di lembaga Syaikh Badri Institute (SBI)—bahwa Sayyid al-Maliki adalah gurunya (baca, makalah KH.Badri Mashduqi, 1995): “Guru saya, Sayyid Alawi al-Maliki dan anaknya, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (red.),” tegas KH.Badri Mashduqi. Bahkan, di dalam beberapa dokumen yang penulis himpun berupa surat KH.Badri Mashduqi kepada Sayyid al-Maliki, di dalam surat tersebut, KH.Badri Mashduqi menyebut atau memanggil (memulai menulis dengan sebutan), “Sayyidy al-Walid” atau lebih lengkap, “Lihadlroti Sayyidy al-Walid al-Habib Muhammad ‘Alawi al-Maliki,” sebuah sebutan spesial dan amat mengagumkan.

Santri-santri Sayyid al-Maliki tersebar di segala penjuru dunia. Di Saudi, Indonesia, Yaman, Malaysia, Thailan, Afrika, dan hampir di seluruh mancanegara. Semua tampil sebagai kader-kader dakwah yang militan dengan menampilkan manhaj Sayyid sebagai ruh dakwahnya. Santri beliau di Indonesia, salah satunya adalah KH.Badri Mashduqi, Kraksaan, Probolinggo.

Sebagai santri akan selalu merujuk kepada ruh atau cerminan seorang gurunya. Satu misal, kala Tarekat Tijaniyah mendapat banyak tentangan dari sebagian kalangan khususnya di Indonesia, selaku murid yang setia, KH.Badri Mashduqi merujuk kepada sosok guru seraya beliau mengagumi reputasi sang guru sebagai panutannya. Berikut KH.Badri Mashduqi menyatakan, “Pada murid atau pengikut tercermin kualitas pemimpin yang diikuti. Kalau sekiranya Thariqat Tijaniyah sesat dan salah maka seseorang yang berguru kepada guru yang mengikuti thariqat sesat dan salah tidak akan punya reputasi yang tenar seperti Sayyid Muhammad al-Maliki. Risalah IJAZAH ILMIAH beliau terbuka dan disebarluaskan kepada santri-santrinya.” (KH.Badri Mashduqi, 1987).

Sayyid al-Maliki juga mengakui sendiri bahwa KH.Badri Mashduqi adalah sebagai muridnya. Suatu ketika, seorang yang bernama Bakri, Kebunagung, Kraksaan, Probolinggo, mohon pamit dan restu KH.Badri Mashduqi untuk menunaikan ibadah haji—setelah ibadah haji Bakri berubah nama yaitu H.Syamsul Arifin—mendapat titipan surat dari KH.Badri Mashduqi untuk disampaikannya kepada Sayyid al-Maliki di Makkah. Bakri (H.Syamsul Arifin) berhaji dan menyampaikan surat kepada Sayyid sekitar tahun 1983. Setelah surat diterimanya dari Bakri, lantas Sayyid al-Maliki spontan menyatakan, “Badri talamidzi,” tegas Sayyid berulang-ulang. Tidak hanya itu, Sayyid al-Maliki memberikan banyak kitab buat KH.Badri Mashduqi. Dari sekian banyaknya kitab tersebut diangkut oleh 6 orang, yang mereka ini masih terbilang keluarga Bakri sendiri yaitu, Bakri (H.Syamsul Arifin), H.Mohammad Khotib, H.Ali Anggawi, H.Yusuf, H.Mohammad Idris dan H.Sulaiman. Selain kitab, Sayyid al-Maliki juga memberikan titipan kaset Al-Qur’an 30 juz untuk KH.Badri Mashduqi (H.Syamsul Arifin, 2014).

Semoga kita dapat meneladani kedua ulama tersebut dan mendapat barokahnya. Aamiin.

 

Publisher : Abdullah Afyudi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed