Pentingnya Sanad Keilmuan Menurut KH.Badri Mashduqi

“Yang penting sumbernya bukan mereknya seperti halnya, yang penting bukan cuma pondoknya tapi siapa Kiainya?”

Dawuh KH.Badri Mashduqi (Pendiri Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo)

Sanad keilmuan KH.Badri Mashduqi sendiri tidaklah diragukan lagi, beliau berguru kepada KH.Hasan sepuh (Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Pajarakan, Probolinggo), berguru kepada KH.R.Abd.Majid bin Abd.Hamid (Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan), berguru kepada KH.Kholil Nawawi (Pesantren Sidogiri, Pasuruan), dan berguru kepada KH.Zaini Mun’im (Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo).

Menurut KH.Badri Mashduqi bahwa adanya sanad keilmuan erat kaitannya dengan kharisma Alim Ulama. Berikut KH.Badri Mashduqi menyatakan: “Berbicara mengenai kharisma Alim Ulama tentu saja tidak sembarang Alim Ulama, tapi Alim Ulama yang ilmunya bersanad dan dan bersilsilah kepada ilmunya Rasulullah SAW. yang ternyata tidak mudah dipengaruhi baik harta, pangkat, wanita maupun pengaruh-pengaruh apa pun saja.”

#Referensi: Prasaran KH.Badri Mashduqi, Kraksaan, 25 Mei 1979 (Dokumen dan Kearsipan lembaga Syaikh Badri Institute)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed