NU-sasi, Kiat KH.Badri Mashduqi dalam Menyelamatkan Umat Ahlussunnah wal Jamaah

Pertama-tama KH.Badri Mashduqi merumuskan tujuan dakwah (Ghayah Da’wah). Apa yang dimaksud Ghayah Da’wah? Menurut KH.Badri Mashduqi, ialah mempertahankan dan mengembangkan kelangsungan hidup risalah Nabi besar Muhammad SAW. sebagaimana dalam kurun beliau dan para sahabatnya, para tabiin, tabi’it tabi’in dan seterusnya, baik kualitas umatnya maupun kuantitasnya, baik khusus maupun umum beserta meratakannya, kapan saja dan dimana saja, sepanjang tidak ada uzur syar’i dan memungkinkan dengan cara:
a. Orang yang belum Islam agar masuk Islam.
b. Orang yang sudah Islam agar lebih mantap, konsekuen keislaman dan keimanannya.
c. Orang yang belum NU agar jadi orang NU.
d. Orang yang sudah NU agar tambah mantap dan konsekuen ke-NU-annya karena mengerti, menyadari, menghayati asaz tujuannya serta mengamalkan dan memperjuangkannya.

Sub c. dan d. tersebut oleh KH.Badri Mashduqi disebut sebagai NU-sasi. “Sub c. dan d. ini saya sebut NU-sasi,” tegas KH.Badri Mashduqi.

KH.Badri Mashduqi yang dijuluki oleh Gus Dur sebagai “Kiai Bahtsul Masail,” memiliki kiat atau cara bagaimana untuk menyelamatkan umat dalam wadah Ahlussunnah wal Jamaah. Apa perlunya NU-sasi? NU-sasi sangat diperlukan, tegas Kiai Badri. Menurut KH.Badri Mashduqi, diperlukan NU-sasi karena menurut beliau sudah musiman di antaranya, wahabisasi. Karena itu, KH.Badri Mashduqi menegaskan, “Untuk menyelamatkan umat dalam penampungan wadah Ahli Sunnah wal Jamaah perlu adanya NU-sasi dipadukan dengan Islamisasi Ahli Sunnah wal Jamaah, karena golongan Najiyah menurut Nabi sendiri tak ada lain kecuali Ahli Sunnah wal Jamaah.”

Apa saja yang mencakup NU-sasi? Menurut Kiai yang juga memiliki julukan “Singa Podium” ini bahwa NU-sasi meliputi 5 bidang:
1. Ghayah/Mabda’ (Asas tujuan NU)
2. Syahshiyyah (Kepribadian Jam’iyyah)
3. Fikriyyah (Berpikir secara Jam’iyah)
4. ‘Amaliyyah (Amalan-amalan orang Jam’iyah)
5. Nidzomiyyah (Organisasinya Jam’iyah).

Tentang tujuan utama masuk NU, KH.Badri Mashduqi menyatakan: “NU-sasi pertamanya itu Mabda’/Ghayah, yang tujuan utamanya adalah memperbaiki dan membetulkan nawaitu (niat)-nya orang-orang yang masuk NU yaitu tak ada lain kecuali ikhlas ingin memperjuangkan Islam Ahli Sunnah wal Jamaah agar terwujud Izzul Islam wal Muslimin di bumi Indonesia, khususnya dan dimana-mana pada umumnya, sebagaimana yang dikehendaki oleh asaz tujuan Jam’iyah.”

Tentunya niat masing-masing individu bermacam-macam, termasuk niatnya orang yang ingin masuk NU sekalipun. Tentang hal niat masuk NU, seperti KH.Badri Mashduqi menyatakan berikut ini: “Sebab orang masuk NU itu niatnya macam-macam. Ada yang ikhlas karena Allah yaitu dia sadar, mengerti, menghayati dan setia kepada kebenaran asaz tujuan Jam’iyah, lalu dia masuk dan memperjuangkannya (kiat yang lulus). Tapi ada pula yang masuk karena ikut-ikutan, karena cari keuntungan atau karena cari selamat. Kalau niat masuk NU yang pertama (kiat yang lulus), maka 100 persen dapat dijamin keasliannya: Bukan barang palsu, bukan tiruan, bukan gadungan dan sebagainya, dan tidak mudah luntur, tahan pukulan. Dan itulah yang lulus dalam ujian. Betul niat itu perbuatan hati, namun untuk membedakan di antara sekian banyak niat itu kalau sudah ada ancaman bahaya, di situlah tampak bedanya loyang dari emas.”

Menurut KH.Badri Mashduqi, NU-sasi dalam bidang Mabda’/Ghayah harus dikaitkan dengan dua jalur: Pertama, pemantapan Ke-NU-an utamanya mengenai Ta’lim Ahli Sunnah wal Jamaah. Kedua, meningkatkan disiplin yang ketat tapi mudah dipahami dan tanpa pandang bulu. “Kita tidak usah khawatir karena sikap disiplin yang keras ini kita akan kehilangan pengikut. Sebab apa artinya banyak kalau hanya sekedar keluar masuk, habis manis sepah dibuang.”

KH.Badri Mashduqi menegaskan bahwa empat unsur NU-sasi yaitu Mabda’/Ghayah, Syahshiyyah, Fikriyyah, dan amaliyyah adalah Nafsiyyatul Jam’iyyah (napas atau jiwanya al-Jam’iyyah).

#Sumber penulis, dari makalah KH.Badri Mashduqi yang telah didokumentasikan oleh lembaga Syaikh Badri Institute (SBI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed