KH.Badri Mashduqi: Anggota DPR Wajib Hukumnya Mendalami Ilmu Politik dan Hobi Membaca

Menjadi anggota DPR pastinya berurusan dengan masalah-masalah politik. Sangatlah tidak logis, berurusan dengan masalah-masalah politik malah “tidak peka” dan “masa bodoh” tentang pengetahuan politik. Maka janganlah heran apabila saatnya berdiskusi bahkan sampai berdebat di sebuah forum untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya mereka justeru tidak mampu mempertahankannya dan justeru di sinilah mereka pantas dipertanyakan: “Mengapa selaku anggota DPR tidak paham ilmu politik…?”

Karena itu, KH.Badri Mashduqi menegaskan bahwa mendalami ilmu politik bagi anggota DPR adalah hukumya wajib.

KH.Badri Mashduqi mengisi kegiatan, “Pekan Orientasi Calon Legislatif Fraksi Persatuan Pembangunan,” yang berlangsung pada 28, 29 dan 30 Juni 1987, di Wisma Guru, Jl. A. Yani, No. 6-8 di Surabaya, sebuah makalahnya dengan tema, “Meningkatkan Peranan, Fungsi dan Potensi P3 Utamanya Anggota DPR-nya di Semua Eselon.” Dalam isi makalah tersebut, KH.Badri Mashduqi tegas menyatakan:

“Anggota DPR pada khususnya wajib hukumnya mendalami ilmu politik.”

KH.Badri Mashduqi memang menyampaikannya pada masa itu khusus pada anggota fraksi P3, dan tentu saja mengenai kewajiban dan tanggung jawab selaku anggota DPR—tentang kewajiban yang dimaksudkan oleh KH.Badri Mashduqi berkaitan hal ini—berlaku bagi anggota-anggota DPR yang berada di fraksi partai lainnya. Bahkan KH.Badri Mashduqi menegaskan, bagi anggota DPR yang melalaikan kewajiban tersebut maka mereka akan menanggung dosa, “Berdosalah mereka kalau sampai melalaikan soal ini,” tegas Kiai Badri Mashduqi.

Tentang kewajiban inilah KH.Badri Mashduqi menyebutkan firman Allah, dalam Al-Qur’an, surat Al-Isra,’ ayat 36:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”

Selain firman Allah, KH.Badri Mashduqi menyebutkan hadits nabi:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kiai Badri juga berdasar pada qaul Imam Syafi’i, yang artinya: “Tidak boleh bagi siapa pun tampil melakukan sesuatu sebelum mengerti hukum Allah di dalamnya.”

Karena itulah KH.Badri Mashduqi memberikan himbauan kepada segenap anggota DPR, berikut ini:

“Kita bertindak jangan ngawur, jangan acak-acakan, harus dengan perhitungan ilmu dan sasaran yang cukup efektif dan efesien. Adalah haram bertindak ngawur dan acak-acakan itu. Dengan demikian wajib bagi setiap anggota DPR selalu menuntut tambahan ilmu yang relevan dengan bidang dedikasi atau profesinya. Kitab Allah kepada nabi kita: Wa qul robbi zidni ‘ilman (Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan). Ini buat nabi, apalagi kita.”

Dari itulah, Kiai Badri menyerukan: “Perlu digalakkan hobi membaca kitab-kitab atau buku-buku bacaan yang positif dan konstruktif demi memperbanyak input yang berupa informasi, fakta-fakta atau data-data autentik, orisinel dan aktuil.”

Mengapa hal demikian begitu penting sebagai kewajiban bagi anggota DPR? KH.Badri Mashduqi menegaskan:

“Hal itu penting demi lengkapnya argumentasi pada saat memerlukan kegigihan mempertahankan pendapat dalam arena sidang atau forum diskusi, atau konsultasi yang menyangkut prinsip-prinsip wajib dipertahankan dan diperjuangkannya, seperti amar ma’ruf nahi munkar, tegaknya keadilan dan demokrasi, mengurangi munkarat WTS, judi, minuman keras dan bahan-bahan bius dan seterusnya. Walaupun sampai mengesankan kepada orang lain bahwa dia rewel, sebab lebih baik menyandang predikat rewel daripada menyandang predikat bisu seribu bahasa.
الساكت عن الحق شيطان أخرس
“Orang yang bungkam diam seribu bahasa terhadap prinsip kebenaran adalah setan bisu.”

Semoga bermanfaat untuk semua. Khususnya bagi siapa pun yang siap-siap mencalonkan sebagai anggota legislatif, apalagi yang sudah ditakdirkan menjadi anggota DPR, dalam menjalani kewajibannya maka dalamilah ilmu politik, selalu menambah ilmu pengetahuan dan hobilah membaca…!

Kraksaan Probolinggo, 29 Muharram 1441 H. / 29 September 2019 M.

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Publisher : Abdullah Afyudi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed