KH.Badri Mashduqi: Seandainya Sporter Sepak Bola dan Remaja Masuk Tarekat

KH.Badri Mashduqi, Muqaddam dan Khalifah Tarekat Tijaniyah di Indonesia, mempunyai atensi besar agar tarekat menjadi amaliah bagi semua kalangan. Termasuk bertarekat bagi para sporter sepak bola dan kalangan remaja.

Bagi KH.Badri Mashduqi, bertarekat tidak mesti menjauhi dunia tetapi bagaimana bisa menundukkan dunia. Kiai Badri senantiasa memadukan antara spritualitas dan kesalehan sosial. Antara spritualitas dan kesalehan sosial bagi Kiai Badri selalu ada kaitan fungsional yang saling menyempurnakan. Spritualitas mengarah pada penguatan mental individu dan kepribadian agar mampu berkomunikasi dengan Allah (hablun minallah), sementara kesalehan sosial (hablun minannas) berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan segala aspeknya.

Prinsip di atas selaras dengan pesan Rasulullah Saw. kepada Syaikh Ahmad Tijani, sebagai berikut: “Tekunilah tarekat ini tanpa berkhalwat atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial kemasyarakatan, sampai kamu mencapai kedudukan yang telah dijanjikan kepadamu dengan tenang, tidak merasa sempit, tidak merasa sedih dan tidak pula banyak berusaha keras” (Harazim, 1984: 43).

Pertama-tama KH.Badri Mashduqi mengkaitkan antara tarekat dengan sumber daya manusia, menurut KH.Badri Mashduqi, kaitannya tarekat dengan sumber daya manusia itu memiliki hubungan, yang manakala diamalkan akan menumbuhkan Syajarah Ma’rifah. Berikut ini Kiai Badri menyatakan:

“Kaitannya tarekat dengan sumber daya manusia itu jelas. Orang yang berusaha dan getol dalam usahanya untuk menumbuhkan syajaratu ma’rifah pasti akan berusaha untuk menjadi orang yang tu’thi ukulaha kulla hinin, akan berusaha untuk menjadi khairukum anfa’uhum linnas. Problematika sosial, keamanan dan ketertiban akan terkontrol karena hatinya sudah punya filter sehingga mengurangi kebrutalan, kegelisahan dan kekerasan seperti sporter sepak bola dan kenakalan remaja, seandainya mereka masuk tarekat, mereka akan menjadi baik, tentram dan bahagia.”

#Referensi: Dokumentasi dan Perpustakaan Syaikh Badri Institute

Kraksaan, 29 Muharram 1441 H. / 29 September 2019 M.

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Publisher : Abdullah Afyudi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed