Menghadapi G 30 S/PKI, Badri Muda: Satogel Sokoh Mondur, Kafir! (Mundur Sejengkal Berarti Kafir!)

Dalam sejarahnya, Badri Muda (KH.Badri Mashduqi, Pendiri Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo) berjuang melawan komunisme atau menumpas PKI bersama anggota Pemuda Anshor. Kala itu Badri Muda menjadi santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dan menjabat Ketua Gerakan Pemuda Anshor Cabang Kraksaan.

Di antara anggota Anshor kala itu, Munir Muda (KH.Munir Kholili, Pengasuh Pesantren Rafi’atul Islam, Sentong Krejengan Probolinggo). Kiai Munir mengenang kejadian itu, berikut penulis rilis kembali.

Ketika terjadi peristiwa G 30 S/PKI, Badri Muda membawa 5 orang pentolan PKI dari arah Paiton dengan kendaraan jip bersama anggota Anshor. Berdasarkan dokumen-dokumen yang ia peroleh, kelima orang itu adalah pengurus inti PKI. Tidak tanggung-tanggung, Badri Muda menugaskan para anggota Anshor untuk membunuh kelima orang itu. Kendaraan jip tersebut lantas berhenti di Kraksaan, di kantor NU sementara. Pada waktu itu, NU masih belum punya kantor sendiri. Turun dari mobil, Badri Muda mengatakan seraya ia memberi perhatian kepada para anggota Anshor agar menjaga ketat terhadap kelima orang PKI yang sudah tertangkap:

“Awas, lima orang ini harus dijaga ketat. Ini orang penting dan termasuk orang PKI.”

Munir Muda, sebagai pengurus ranting Anshor yang kala itu pun memegang arit. Kemudian Badri Muda mengatakan kepada Munir Muda:

“Nekah kareh bagianna Bindere Munir (Ini tinggal bagiannya Bindereh Munir),” kata Badri Muda pada Munir Muda. Oleh Munir Muda, arit dikalungkan ke leher orang PKI itu. Namun Munir Muda tidak sampai membunuhnya karena masih mikir dua kali. Akhirnya, kelima orang PKI tersebut tewas di tangan Badri Muda.

KH.Badri Mashduqi masa mudanya memang diakui oleh banyak kalangan sebagai pemuda yang tangguh, berani berjuang tak takut musuh. Sebagai Gerakan Pemuda Anshor Cabang Kraksaan yang memimpin langsung pengganyangan PKI, Badri Muda menggugah dan memupuk mental para anggotanya seraya menegaskan:

“Satogel sokoh mondur, kafir! (Mundur sejengkal berarti kafir!).”

Kraksaan Probolinggo, 29 Muharram 1441 H. / 29 September 2019 M.

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Publisher : Abdullah Afyudi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed